Minggu, 21 Desember 2025

Jasa Pengolahan Sistem Dinamis dengan Stella

Pengolahan sistem dinamis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STELLA sebagai alat pemodelan dan simulasi. STELLA dipilih karena mampu merepresentasikan sistem yang kompleks melalui pendekatan stock–flow, serta menampilkan perilaku sistem secara dinamis dalam rentang waktu tertentu. utuk dapat menggunakan jasa kami dapat menghubungi kontak kami pada laman kontak website ini.

Tahapan pengolahan sistem dinamis diawali dengan identifikasi permasalahan dan batasan sistem. Pada tahap ini ditentukan tujuan pemodelan, variabel utama yang terlibat, serta periode simulasi yang digunakan. Penentuan batas sistem dilakukan untuk memastikan bahwa model hanya mencakup variabel yang relevan dengan tujuan penelitian.

Selanjutnya, dilakukan penyusunan Causal Loop Diagram (CLD) untuk menggambarkan hubungan sebab–akibat antar variabel. CLD digunakan untuk mengidentifikasi pola umpan balik (feedback loop) baik yang bersifat reinforcing maupun balancing, sehingga dapat diketahui mekanisme penguatan atau pengendalian dalam sistem. Diagram ini menjadi dasar konseptual sebelum model dikembangkan lebih lanjut.

Tahap berikutnya adalah transformasi CLD ke dalam Stock–Flow Diagram (SFD) di lingkungan STELLA. Pada tahap ini, variabel sistem diklasifikasikan ke dalam empat komponen utama, yaitu stock, flow, converter, dan connector. Stock merepresentasikan akumulasi atau kondisi sistem, flow menunjukkan laju perubahan stock, sedangkan converter dan connector berfungsi sebagai variabel pendukung serta penghubung antar komponen.

Di STELLA, sistem dinamis dibangun dari 4 komponen utama:

🔹 Stock (Level)

  • Akumulasi / kondisi sistem

  • Contoh: Jumlah Penduduk, Stok Air, Emisi CO₂, Anggaran Pertahanan

🔹 Flow (Rate)

  • Aliran yang menambah atau mengurangi stock

  • Contoh: Kelahiran–Kematian, Debit Masuk–Keluar, Produksi–Konsumsi

🔹 Converter

  • Variabel bantu / parameter

  • Contoh: laju pertumbuhan, efisiensi, kebijakan, faktor teknologi

🔹 Connector

  • Penghubung sebab–akibat antar variabel

 

Setelah struktur model terbentuk, dilakukan perumusan persamaan matematis untuk setiap flow dan converter. Persamaan ini disusun berdasarkan data empiris, literatur, serta asumsi yang relevan. Seluruh variabel dalam model disesuaikan dengan satuan yang konsisten guna menjaga validitas perhitungan dan hasil simulasi.

Tahap selanjutnya adalah input data dan parameter model. Data yang digunakan berasal dari sumber resmi, hasil penelitian terdahulu, serta asumsi kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi sistem yang dianalisis. Parameter yang belum tersedia secara langsung ditentukan melalui pendekatan estimasi dan kalibrasi model.

Model yang telah lengkap kemudian dijalankan melalui proses simulasi dengan menentukan nilai awal (initial value), waktu simulasi, dan interval waktu (time step). Hasil simulasi ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel yang menunjukkan perilaku variabel sistem dari waktu ke waktu.

Tahap akhir pengolahan adalah analisis dan validasi model. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi kecenderungan perilaku sistem serta dampak perubahan parameter terhadap hasil simulasi. Validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dengan data historis atau kondisi aktual, guna memastikan bahwa model mampu merepresentasikan sistem nyata secara memadai.

Dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis berbasis STELLA, penelitian ini mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai perilaku sistem serta menjadi dasar dalam perumusan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Selasa, 16 Desember 2025

Jasa Privat Tugas Sistem Dinamis dengan Vensim

Pendekatan sistem dinamis digunakan untuk menganalisis perilaku suatu sistem yang kompleks dan saling terkait dalam jangka waktu tertentu. Sistem ini dicirikan oleh adanya hubungan sebab–akibat, umpan balik (feedback loop), serta proses akumulasi yang memengaruhi perubahan kondisi sistem dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini, pemodelan sistem dinamis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Vensim. Untuk dapat menggunakan jasa kami dapat menghubungi kontak kami pada laman website ini.

Vensim dipilih karena kemampuannya dalam merepresentasikan sistem kompleks secara visual dan matematis, sehingga memudahkan dalam memahami struktur sistem, menguji asumsi, serta melakukan simulasi kebijakan. Pemodelan dimulai dengan identifikasi variabel-variabel utama yang memengaruhi sistem, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam komponen stock, flow, dan auxiliary.

Variabel stock merepresentasikan akumulasi atau kondisi sistem yang berubah secara bertahap dari waktu ke waktu, seperti jumlah penduduk, stok sumber daya, atau modal ekonomi. Perubahan pada variabel stock dipengaruhi oleh variabel flow, yang menggambarkan laju masuk dan keluar dari suatu stock, misalnya tingkat kelahiran dan kematian, produksi dan konsumsi, atau pendapatan dan pengeluaran. Sementara itu, variabel auxiliary berfungsi sebagai variabel pendukung yang menjelaskan hubungan matematis antar variabel, seperti tingkat pertumbuhan, efisiensi, atau rasio tertentu.

Untuk memahami struktur hubungan sebab–akibat dalam sistem, tahap awal pemodelan dilakukan dengan menyusun Causal Loop Diagram (CLD). CLD menggambarkan hubungan antar variabel dalam bentuk lingkar umpan balik positif (reinforcing loop) dan negatif (balancing loop). Umpan balik positif menunjukkan proses yang saling memperkuat, sedangkan umpan balik negatif berfungsi menjaga keseimbangan sistem. Diagram ini berperan penting dalam menjelaskan dinamika perilaku sistem secara konseptual.

Selanjutnya, CLD diterjemahkan ke dalam Stock Flow Diagram (SFD) menggunakan Vensim. Pada tahap ini, setiap variabel stock dan flow didefinisikan secara kuantitatif dengan persamaan matematis yang sesuai. Persamaan ini menggambarkan bagaimana nilai suatu variabel berubah berdasarkan variabel lain dalam sistem serta interval waktu simulasi (time step). Konsistensi satuan menjadi aspek penting untuk memastikan validitas model.

Setelah model terbangun, dilakukan proses simulasi untuk melihat perilaku sistem dalam jangka waktu tertentu. Hasil simulasi disajikan dalam bentuk grafik yang menunjukkan pola perubahan variabel utama. Tahap ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi apakah perilaku model telah mencerminkan kondisi nyata atau logika sistem yang diharapkan.

Model sistem dinamis yang telah tervalidasi selanjutnya digunakan untuk melakukan analisis skenario kebijakan. Beberapa skenario dirancang dengan mengubah nilai parameter tertentu, seperti peningkatan efisiensi, perubahan tingkat pertumbuhan, atau intervensi kebijakan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan terhadap kinerja sistem secara keseluruhan serta mengidentifikasi alternatif kebijakan yang paling efektif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, pemodelan sistem dinamis menggunakan Vensim memberikan kerangka analitis yang komprehensif untuk memahami perilaku sistem, memprediksi dampak kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis simulasi dan bukti ilmiah.

Webinar Sistem Dinamis dengan Vensim, Powersim, Stella

Webinar itu seminar/pelatihan yang dilakukan secara online . Secara umum, alurnya seperti ini (termasuk untuk webinar sistem dinamis: Vensim...