Kami menyediakan jasa pembuatan Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock and Flow Diagram (SFD) menggunakan software Stella untuk membantu mahasiswa, peneliti, maupun praktisi dalam memodelkan sistem yang kompleks secara sistematis dan mudah dipahami. penelitian skripsi, tesis, disertasi, studi kelayakan, analisis supply chain, manajemen proyek, maupun analisis kebijakan. Untuk dapat menggunakan jasa kami dapat menghubungi kontak kami pada laman kontak website ini.
Causal Loop Diagram (CLD) digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat antar variabel dalam suatu sistem. Melalui CLD, hubungan antar variabel dapat divisualisasikan dalam bentuk loop penguatan (reinforcing loop) maupun loop penyeimbang (balancing loop) sehingga memudahkan dalam memahami dinamika sistem yang sedang dikaji.
Selanjutnya, model CLD akan dikembangkan menjadi Stock and Flow Diagram (SFD) yang berfungsi untuk menggambarkan struktur kuantitatif sistem. Dalam SFD, variabel sistem akan diklasifikasikan menjadi stock (akumulasi), flow (aliran), dan converter (parameter) sehingga memungkinkan dilakukan simulasi untuk melihat perilaku sistem dari waktu ke waktu.
Causal Loop Diagram (CLD)
Causal Loop Diagram (CLD) merupakan diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat antar variabel dalam suatu sistem. Pada penelitian ini, CLD dibuat menggunakan software Stella untuk memvisualisasikan interaksi antar variabel yang mempengaruhi sistem.
Langkah pertama dalam pembuatan CLD adalah mengidentifikasi variabel-variabel yang terlibat dalam sistem berdasarkan studi literatur dan kondisi lapangan. Variabel tersebut kemudian dimasukkan ke dalam workspace pada software Stella menggunakan fitur variable. Setelah seluruh variabel dimasukkan, langkah selanjutnya adalah menghubungkan variabel-variabel tersebut menggunakan connector untuk menunjukkan hubungan sebab akibat.
Setiap hubungan antar variabel diberikan polaritas hubungan, yaitu tanda positif (+) jika perubahan pada variabel penyebab menyebabkan perubahan searah pada variabel akibat, dan tanda negatif (−) jika perubahan menyebabkan perubahan berlawanan arah. Selanjutnya, hubungan-hubungan tersebut dianalisis untuk membentuk loop umpan balik (feedback loop) yang dapat berupa reinforcing loop (R) atau balancing loop (B).
Reinforcing loop menunjukkan hubungan yang saling memperkuat sehingga sistem cenderung mengalami pertumbuhan atau penurunan secara terus-menerus. Sedangkan balancing loop menunjukkan mekanisme pengendalian yang menjaga sistem agar tetap stabil. Dengan demikian, CLD yang dibuat dapat menggambarkan struktur dasar sistem serta interaksi antar variabel yang mempengaruhi dinamika sistem secara keseluruhan.
Stock and Flow Diagram (SFD)
SFD digunakan untuk menggambarkan struktur kuantitatif sistem serta aliran perubahan yang terjadi pada variabel-variabel dalam sistem.
Pada tahap ini, variabel-variabel yang telah diidentifikasi pada CLD diklasifikasikan menjadi tiga komponen utama, yaitu stock, flow, dan converter. Stock merepresentasikan akumulasi atau jumlah suatu variabel dalam sistem pada waktu tertentu. Flow menggambarkan laju perubahan yang mempengaruhi stock, baik berupa aliran masuk (inflow) maupun aliran keluar (outflow). Sedangkan converter digunakan untuk merepresentasikan variabel pendukung atau parameter yang mempengaruhi besarnya aliran.
Proses pembuatan SFD dimulai dengan menambahkan elemen stock pada workspace Stella untuk merepresentasikan variabel utama dalam sistem. Selanjutnya ditambahkan elemen flow yang menghubungkan stock dengan sumber atau tujuan aliran. Kemudian ditambahkan converter yang berfungsi sebagai parameter atau variabel yang mempengaruhi aliran tersebut. Setiap elemen kemudian dihubungkan menggunakan connector untuk menunjukkan hubungan matematis antar variabel.
Setelah struktur model selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah memasukkan persamaan matematis pada setiap elemen model sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan sebelumnya. Nilai awal (initial value) pada variabel stock juga ditentukan untuk memulai proses simulasi. Model yang telah lengkap kemudian dijalankan menggunakan fitur run simulation pada Stella untuk melihat perilaku sistem dari waktu ke waktu.
Melalui proses simulasi tersebut, peneliti dapat menganalisis dinamika sistem, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, serta mengevaluasi berbagai skenario kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kinerja sistem.
